Karhutla Membuat Pelajar Jambi Diliburkan Paksa Selama 3 Hari



Selama tiga hari siswa siswi dari seluruh sekolah terpaksa diliburkan karena terkena dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), batas selama tiga hari tersebut berlum bisa dipastikan oleh Wali Kota Jambi Syarif Fasha.

"Hingga saat ini, sekitar 8.000 warga Jambi mengalami permasalahan gangguan pernapasan. Intinya, masih tentatif untuk pemberlakuan libur sekolah di Jambi," ujar Syarif usai pertemuan wali kota se-Indonesia di Kota Bogor, Senin (9/9/2019).

Surat edaran yang berisikan terkait antisipasi dari dampak kabut asap dikeluarkan sebelum meliburkan siswa siswi. Dirinya juga mengatakan untuk sekolah Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diliburkan selama tiga hari sudah dimulai sejak tanggal 9-11 September 2019.

Lebih lanjut, untuk siswa Sekolah Dasar kelas satu sampai kelas empat diliburkan selama dua hari dari tanggal 9-10 September 2019.

"Dan untuk kelas lima dan enam dikurangi jam belajarnya, yakni masuk pukul 09.00 WIB dan pulang pukul 13.00 WIB pada hari Senin dan Selasa," jelas dia.

Diungkapkan Syarif, berdasarkan data Air Qualiity Monitoring System (AQMS), pengukuran konsentrasi partikulat menunjukkan kualitas udara di daerah Jambi kategori berbahaya.


"Atas alasan itulah Pemkot Jambi memutuskan untuk meliburkan anak sekolah," ujarnya.


Sumber: akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Misbakhun Memperoleh Hasil Yang Baik Dari PK Yang Dimohonkan

Sofyan Basir Ajukan Praperadilan untuk Melawan Penetapan Status

Kasus Century Belum Mendapat Tersangka Baru